Subscribe:

Fish

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 06 Maret 2011

Fingeroard,papan skateboard mini yang menjadi tren,1 papan seharga 600 ribu


Jari jemari remaja ini lincah. Ia memainkan sebuah benda kecil diatas meja makan. Kadang, ia juga menggunakan wastafel sebagai medan bermainnya. Apa yang ia lakukan?

DWI (22), demikian ia biasa disapa, sedang memanfaatkan waktunya sebelum berangkat kuliah. Ia asik memainkan papan kecil bernama Fingerboard. Fingerboard merupakan permainan miniatur skateboard yang dimainkan dengan jari tangan. Ukurannya mini dengan bahan material sama dengan papan skateboard aslinya. Hanya, ukurannya disesuaikan dengan ukuran jari manusia. Panjangnya sekira 96 milimeter. Lebarnya berbeda-beda, tergantung jenisnya. Ukuran lebar standar sekira 27 milimeter, wide 28 milimeter dan extra wide 29 milimeter.

Soal harga, fingerboard relatif bervariasi. Jika berbahan plastik, harganya Rp 100 ribu hingga Rp 175 ribu. Sedangkan yang paling mahal jenis Wood, sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 600 ribu. “Biasanya itu tergantung merek dan kualitas bahan yang digunakan,” kata lajang bernama lengkap Dwi Julianto ini.

Serupa dengan permainan skateboard pada umumnya, bermain fingerboard juga memiliki trik yang hampir sama. Mahasiswa Unmul Fakultas Ekonomi ini mengatakan, trik-trik seperti Ollie, Nollie, Switc, Fakie, juga digunakan di fingerboard. Kemudian ada Flip dengan jenis Treflip Kickflip. Ada juga Sliding dan Grinding.

Seperti melakukan lompatan Ollie saja misalnya. Pemain harus menghentak bagian belakang papan dengan jari tengah, kemudian ditahan ke depan dengan jari telunjuk. Ada juga gerakan yang bisa dilakukan di fingerboard, tapi sulit dilakukan di skateboard. Misalnya impossible Iindy shove body, yakni memutar papan dengan jari tengah, menangkapnya dengan jari manis, diputar 180 derajat ke arah luar, dan terakhir ditangkap lagi dengan posisi menukar jari telunjuk dan jari tengah.”Kalau di skateboard akan sulit melakukannya karena rentan cedera. Tapi kalau di fingerboard, tingkat cederanya paling cuma 0,5 persen,” papar Dwi.

Di sisi lain, fingerboard pun menggunakan skatepark dan obstacle, atau halangan layaknya skateboard. Namun, lagi-lagi ukurannya juga mini. Misalnya rail (sejenis besi/pipa panjang untuk meluncur), mini ramp (media berbentuk lahan miring), quarter pipe (mini ramp dalam bentuk setengah), tangga, atau banks (sejenis balok kayu persegi).

Tetapi jika tidak ada, halangan apapun juga bisa digunakan. Mulai dari buku, meja, hingga tangga pun tak luput dari perhatian. Dalam skateboard itu disebut streetstyle. “Ini unik, karena yang biasa bertengger di atas papan bukan lagi dua kaki, melainkan dua jari yakni telunjuk dan jari tengah,” terang anak kedua 5 bersaudara ini.

Keasyikan bermain fingerboard juga diakui Sahrul. Remaja bertubuh gempal ini menjelaskan, setiap pemain fingerboard harus bisa mengontrol gerak papan dan mendaratkannya tepat di rintangan. Sebab, bentuk dan karakter rintangan yang berbeda-beda membuat pemain harus pintar-pintar mengatur strategi meluncur. Jika tidak, gerak papan akan tersendat atau sering jatuh. ”Papan dengan ujung lebih tinggi akan membuat lompatan makin tinggi, tapi juga lebih susah dimainkan. Pemilihan lebar papan juga bergantung besarnya jari pemain, ada yang standar ada juga yang wide,” ujarnya.

Tak cuma papan, roda dan truck (penghubung roda) juga diakui remaja kelahiran 8 Juli 1988 ini punya karakteristik berbeda.

Sementara, roda dengan bearing (lapisan metal di dalamnya) akan membuat laju papan lebih cepat dan lancar. Sebaliknya, roda non-bearing membuat laju papan sering berhenti di tengah jalan. Bearing akan sangat diperlukan jika sudah bermain dengan rintangan. ”Kadang estetika juga diperhatikan sama pemain. Ada papan yang enak dimainkan, tapi secara estetika kurang menarik dilihat,” urai pria yang akrab disapa Ula ini.

Bermain fingerboard tak hanya menantang untuk melakukan trik permainan skateboard sungguhan. Tetapi juga aman, lantaran terhindar dari resiko cedera. “Nggak ada panduan baku soal cara memainkan fingerboard. Semua bebas tergantung kenyamanan pemain,” sebutnya.

Awal mencoba, mahasiswa Untag Fakultas Sipil ini tidak menyangka kalau ternyata bisa meniru gerakan di skateboard dengan menggunakan fingerboard. “Jadi, asyik banget bagi mereka yang bisa main skateboard maupun yang kesulitan mencoba trik saat bermain skateboard,” tutup Sahrul. (faisal rahman)
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar